Dear friends,
Kadang kala kenyataan bertolak belakang dengan apa yang sesungguhnya kita harapkan. Dan kadang juga justru kita mendapatkan sesuatu yang sama sekali tak pernah terbesit dalam benak kita. Yeah!hidup memang harus bijaksana.
Panggil saja aku, Icha... Aku masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Sesuai janji orang tuaku, aku diperbolehkan memilih sesuka hati sekolah mana yang aku inginkan jika aku memperoleh nilai ujian terbaik untuk kelulusan tahun ini. Demi menggapai cita-citaku maka akupun menuruti keinginan kedua orang tuaku. Aku belajar dengan penuh kesungguhan sampai akhirnya hari ujian pun tiba.
Sambil menanti masa pengumuman kelulusan, aku mulai mencari informasi di sekolah yang aku inginkan. Aku memutuskan masuk ke sekolah menengah atas(SMA) dan mengambil jurusan IPA karena aku bercita-cita menjadi dokter. Aku menyampaikan keinginanku itu pada kedua orang tuaku, Alhamdulillah...mereka setuju.
Hari yang aku tunggu pun tiba. Aku terlonjak gembira karena impianku untuk menjadi lulusan terbaik tahun ini terwujud. Terbayang di pelupuk mata kelak aku akan menggapai cita-citaku. Keesokan harinya, aku minta izin pada orang tuaku untuk mendaftar di sekolah yang pernah aku kunjungi. Tapi....mendadak dunia tak bersahabat. Entahlah apa yang membuat orang tuaku berubah pikiran sehingga memaksaku untuk bersekolah di sekolah khusus wanita! Padahal itu sangat bertolak belakang dengan karakterku yang tomboy. Aku kaget bukan kepalang. Mana mungkin aku sanggup menggeluti dunia yang belum pernah aku jamah sama sekali! Aku memang wanita, namun aku tumbuh dengan sosok kelaki-lakian. Teman-temanku kebanyakan laki-laki. Begitupun di keluargaku.
Aku tak mampu mengelak dari kenyataan ini. Bagaimanapun gigihnya aku memburu cita-cita, tak mungkin mengalahkan cinta pada orang tua. Awal perjalanan, aku mencoba tegar menghadapi lingkungan sekolahku, yang penghuninya notabene sangat feminim. Aku harus belajar masak, berdandan, sampai cara berjalan dan bertingkah laku. Meski segala daya upaya berusaha mengubah pribadiku, tapi karakterku tak akan bisa berubah. Aku tetap menjadi sosok wanita yang keras hati dan kuat. Pada akhirnya pun aku adalah figur yang serba bisa. Nah, justru hal yang kubenci itulah mengantarkan aku pada gemilang kesuksesan.
So, Friends..... sesungguhnya apapun yang kita dapat pasti yang terbaik...
03 September 2007
Kisah Icha
Dariku Icha
Diposting oleh SEJUTA KISAH di 15.51
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar